FAKTA5, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar kegiatan Workshop Batara Bersih dari Narkoba (Bersinar) Tahun 2025, di aula Kecamatan Teweh Tengah, Selasa 25 November 2025.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Yudie E Rakhman menegaskan bahwa Pemkab Barito Utara berkomitmen mendukung kegiatan P4GN-PN secara berkelanjutan, sebagai upaya membentengi masyarakat dari bahaya narkoba yang terus berkembang.
“Kami mengajak seluruh peserta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, agar Barito Utara semakin kuat dan bersinar, bersih dari narkoba,” demikian Yudie E Rakhman.
Yudie juga menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak generasi muda, sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.
“Melalui Workshop Batara Bersinar ini, kita berharap lahir pemahaman bersama sekaligus memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program P4GN-PN di Kabupaten Barito Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari Rencana Aksi Daerah yang harus kita jalankan secara konsisten,” ujar Yudie mewakili Kaban KesbangPol, Rayadi.
Sebanyak 130 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari ASN, pemuda, ormas, mahasiswa, dan pelajar se-Kabupaten Barito Utara. Mereka mendapatkan pembekalan dari empat narasumber, yaitu: Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah dengan materi “Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Narkoba”.
Dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber yakni Kepala Badan KesbangPol Barito Utara dengan materi “Kebijakan Pemerintah Daerah terhadap Kegiatan P4GN-PN”. Kasat Narkoba Polres Barito Utara dengan paparan tentang aspek hukum pengguna, pengedar, serta rehabilitasi pecandu narkoba. Dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Barito Utara mengenai “Peran Kejaksaan dalam P4GN-PN dan Tindak Pidana Pencucian Uang dari Hasil Kejahatan Narkoba”.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD beserta anggota, PKK, GOW, Dharma Wanita, camat se-Barito Utara, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat daerah, media, serta peserta workshop dari berbagai elemen masyarakat.(FK)






