
FAKTA5, MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, H Nadalsyah mengatakan, dunia digital selalu bertransformasi dengan cepat dan pesat bahkan dalam hitungan detik.
Kemutakhiran tersebut hanya akan dapat kita wujudkan jika kita adaptif, solutif, inovatif, dan kreatif dalam menghadapi permasalahan dan tantangan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Apalah arti teknologi informasi tanpa inovasi dan kreatifitas.
“Untuk itu saya juga kembali menghimbau, agar kita kembali berkolaborasi, saling percaya, bertanggung jawab, dan menurunkan ego sektoral dalam implementasi SPBE ini dalam rangka menghapus sekat-sekat birokrasi yang selama ini menjadi kendala kita dalam menciptakan birokrasi dan pelayanan publik yang handal,” kata Nadalsyah pada acara Expose Akhir Penyusunan Dokumen Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dan Ekspose Awal Smart City Batara, di gedung Balai Antang Muara Teweh, Selasa 25 Juli 2023.
Nadalsyah juga mengutarakan, dan salah satu impian dari Bupati untuk, “Menjadikan Barito Utara seperti Singapura Mini”. Mungkin terlampau jauh, tapi dirinya percaya, bahwa tidak ada batas akhir dalam sebuah impian.
“Impian itu bukanlah lagi sebuah mimpi ketika kita sudah mulai bergerak untuk mencapai dan mewujudkannya. Saya yakin dan percaya, dengan kerjasama dan kolaborasi kita bersama, SMART CITY BATARA bukanlah lagi sebuah impian, tapi sebuah tujuan, dimana kita semua sudah berada di dalamnya,” ungkapnya.
Dikatakan Nadalsyah, 6 Dokumen Arsitektur SPBE ini bukanlah akhir, tapi malah sebaliknya, 6 Dokumen ini adalah pedoman kita untuk memastikan terwujudnya SPBE yang handal dan optimal dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
“Dan saya sepakat, bahwa Integrasi dan unifikasi atau keterpaduan sistem tidak hanya melulu tentang aplikasi, tapi juga perangkat dan infrastruktur pendukungnya. Sehingga, melalui Tim Koordinasi SPBE dan Diskominfosandi Kabupaten Barito Utara, saya meminta untuk mempertahankan, meningkatkan, dan memastikan implementasi SPBE yang terintegrasi dan terpadu untuk terwujudnya Good Governance,,” kata Nadalsyah.
Pada kesempatan itu juga bupati menegaskan, bahwa tidak ada yang “akhir” dalam istilah digitalisasi. Sehingga yang kita tuju bukanlah ke “akhir” an, melainkan kemutakhiran.(FK)





