Beranda Kabar Daerah Panen 1,19 Ton Cabai di Batu Raya I, Kadis Pertanian Barito Utara...

Panen 1,19 Ton Cabai di Batu Raya I, Kadis Pertanian Barito Utara Dorong Penguatan Ketahanan Pangan

3
0
Dinas Pertanian Barito Utara bersama TP PKK Barito Utara panen bersama cabe rawit di di lahan Kelompok Tani Mekar Sari, Desa Batu Raya I, Kecamatan Gunung Timang, Rabu 14 Oktober 2026.(foto: FK)

FAKTA5, MUARA TEWEH – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, H Adi Haryadi menegaskan bahwa pengembangan komoditas cabai rawit menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi di Kabupaten Barito Utara.

“Dinas Pertanian melalui Bidang Hortikultura terus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan,” kata H Adi Haryadi pada kegiatan Panen Bersama Cabai di lahan Kelompok Tani Mekar Sari, Desa Batu Raya I, Kecamatan Gunung Timang, Rabu 14 Oktober 2026.

Menurutnya, cabai rawit merupakan salah satu komoditas yang harganya cukup fluktuatif dan dapat memberikan tekanan terhadap inflasi daerah. Karena itu, peningkatan produksi cabai lokal perlu terus dilakukan agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

“Keberhasilan panen hari ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi kelompok tani, tetapi juga menjadi angin segar bagi upaya kita bersama dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi di Kabupaten Barito Utara,” tegas Adi Haryadi.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan Dinas Pertanian, kebutuhan cabai rawit di Kabupaten Barito Utara pada 2026 diperkirakan mencapai 334,05 ton per tahun. Sementara itu, kemampuan produksi lokal yang ditargetkan baru sekitar 82 ton per tahun atau kurang lebih 29 persen dari kebutuhan tersebut.

Kondisi ini menunjukkan masih terbukanya peluang bagi petani untuk mengembangkan budidaya cabai rawit guna memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Berdasarkan data produksi yang dihimpun melalui aplikasi SIPEDAS dari sembilan kecamatan, produksi cabai selama Januari hingga September 2026 tercatat mencapai 76,19 ton. Dengan target produksi tahunan sebesar 82 ton, masih terdapat selisih sekitar 5,81 ton yang perlu dipenuhi hingga akhir tahun.

Dalam kegiatan panen bersama tersebut, Kelompok Tani Mekar Sari membudidayakan cabai rawit varietas Ori 212 sebanyak kurang lebih 10.000 pohon pada lahan seluas satu hektar. Untuk periode panen 12 September hingga 11 Oktober 2026, kelompok tani tersebut berhasil menghasilkan cabai rawit sebanyak 1.193 kilogram atau sekitar 1,19 ton.

Adi Haryadi menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan hortikultura memiliki potensi untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi petani.

Ia menambahkan, kontribusi sektor hortikultura tidak hanya berkaitan dengan penyediaan bahan pangan segar dan bergizi, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja, mulai dari pembibitan, budidaya, pemanenan, pengemasan, pengangkutan, hingga pemasaran hasil pertanian.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pihaknya menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana pertanian serta pendampingan berkelanjutan dari tenaga penyuluh. Sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan usaha pertanian.

Melalui kegiatan panen bersama ini, Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara berharap semakin banyak petani yang tertarik mengembangkan komoditas cabai rawit sehingga produksi lokal meningkat, peluang pasar dapat dimanfaatkan, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.(FK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini