
FAKTA5, MUARA TEWEH – Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Barito Utara, Lutfia Rahman, menjadi narasumber dalam acara simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan proses pemungutan suara untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) hasil Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan digelar pada Rabu, 6 Agustus 2025 mendatang. Acara ini berlangsung di Halaman Polres Barito Utara dan dihadiri oleh anggota kepolisian serta berbagai peserta terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Lutfia Rahman memberikan pengarahan sekaligus membuka simulasi dengan tujuan untuk memastikan agar penyelenggaraan PSU MK nantinya dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Kita ingin agar pelaksanaan PSU MK nanti berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah diatur dalam Putusan MKRI Nomor 313/PHPU.BUP-XXIII/2025,” ujarnya, Senin 28 Juli 2025.
Simulasi yang digelar mencakup beberapa skenario penting, termasuk penggunaan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), serta Daftar Pemilih Khusus (DPK). Lutfia juga menekankan pentingnya kesiapan aparat kepolisian untuk menangani situasi darurat, seperti potensi kerusuhan atau chaos yang mungkin terjadi di lapangan.
Lutfia Rahman juga menggelar sesi tanya jawab dengan anggota polisi dan peserta lainnya, untuk memastikan pemahaman yang mendalam terkait setiap tahapan dan prosedur yang perlu dilaksanakan selama PSU MK.
“Mari kita pastikan seluruh pihak terlibat memahami betul setiap detail teknis, agar tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Selain itu, Lutfia mengimbau kepada seluruh jajaran Kepolisian Barito Utara untuk turut serta dalam mensosialisasikan hasil simulasi kepada masyarakat.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat bisa lebih siap dan memahami tahapan serta prosedur yang berlaku pada saat pelaksanaan PSU MK nanti, untuk memastikan bahwa proses pemilu berlangsung dengan aman dan tertib.
“Komunikasi yang baik dan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat sangat penting agar mereka tahu apa yang perlu dilakukan saat hari-H. Mari bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan demi kelancaran proses demokrasi,” tambah Lutfia Rahman.
Kegiatan simulasi ini menjadi bagian dari persiapan KPU dan aparat keamanan dalam memastikan bahwa Pemilu berjalan sesuai dengan harapan masyarakat dan aturan yang berlaku.(FK)