Beranda Kabar Daerah Progres Pembangunan Jembatan Bailey Desa Jamud Hampir Rampung

Progres Pembangunan Jembatan Bailey Desa Jamud Hampir Rampung

200
0
Kepala Dinas PUPR Barito Utara, M Iman Topik bersama Kepala Bidang Bina Marga saat meninjau pembangunan jembatan bailey bentang 35 meter (B35M) di Desa Jamud Kecamatan Teweh Timur.(foto: FK)

FAKTA5, MUARA TEWEH – Progres pembangunan dan perakitan Jembatan Bailey B35 Meter (B35 M) yang terletak di Desa Jamud, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, kini hampir rampung.

Pekerjaan jembatan yang diharapkan dapat memperlancar akses transportasi ini diperkirakan akan segera difungsikan dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara, M Iman Topik menyampaikan bahwa proyek ini sudah memasuki tahap akhir dan siap dioperasikan.

“Kami sangat optimis jembatan ini akan selesai tepat waktu. Segala persiapan teknis maupun administrasi terkait peresmian telah dilakukan, dan dalam waktu dekat, jembatan ini akan siap digunakan untuk masyarakat,” ujar M Iman Topik, Rabu 25 Juni 2025.

Selain itu, Dinas PUPR Barito Utara juga telah mengagendakan peresmian jembatan tersebut oleh Pj Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat setelah seluruh tahapan pembangunan selesai.

Jembatan Bailey B35 Meter ini dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang kondisinya sudah tidak layak lagi.

Pembangunan jembatan baru ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah dengan memperlancar arus transportasi, khususnya bagi warga Desa Jamud dan sekitarnya yang selama ini bergantung pada akses yang lebih mudah dan aman.

“Peresmian jembatan ini akan menjadi momen penting bagi masyarakat di Teweh Timur dan Barito Utara pada umumnya. Kami berharap jembatan ini tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat,” kata Iman Topik.

Ditambahkan Kadis PUPR, jembatan bailey ini memiliki ukuran 4,25 x 35 meter dan beban maksimum jembatan 40 ton dengan umur maksimal penggunaan 15-20 tahun.

“Masa perakitan jembatan ini membutuhkan waktu sekitar 30-60 hari, dengan total waktu pekerjaan kurang lebih 2 bulan jembatan sudah dinyatakan fungsional. Jembatan bailey ini jauh lebih efisien dan ekonomis jika dilihat dari penganggaran dan pelaksanaan pekerjaannya,” kata M Iman Topik saat dihubungi melalui telepon, saat pulang dari pengecekan jembatan tersebut.

Dengan berfungsinya jembatan baru ini nantinya, diharapkan konektivitas antara desa dan kota dapat semakin baik, serta mendukung program pembangunan daerah yang berkelanjutan.(FK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini