Beranda Kabar Daerah Gangguan Kesehatan Mental Remaja Merupakan Masalah Yang Memerlukan Perhatian Khusus

Gangguan Kesehatan Mental Remaja Merupakan Masalah Yang Memerlukan Perhatian Khusus

242
0
Dinas Kesehatan Barito Utara menggelar kegiatan pertemuan Gerakan Masyarakat (Germas) dalam upaya promosi kesehatan jiwa dan napza bagi siswa siswi SMP dan SMA, di aula Dinas Kesehatan setempat, Jumat 27 September 2024.(foto: FK)

FAKTA5, MUARA TEWEH – Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi mengatakan, gangguan kesehatan mental pada remaja adalah masalah yang memerlukan perhatian khusus.

Itulah sebabnya masalah kesehatan mental remaja perlu segera diminimalkan. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kesadaran akan jenis masalah mental  yang sering dialami oleh remaja.

Selain itu juga, kata dia, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan mental pada remaja, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Beberapa orang tua mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah memberikan tekanan berlebih atau bersikap terlalu protektif pada anaknya.

“Tekanan seperti itulah yang kerap menyebabkan anak remaja mengalami masalah mental. Upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa saat ini lebih diutamakan melalui pendekatan siklus kehidupan, dimulai dari  saat pra nikah dan konsepsi hingga pendekatan di masa tumbuh kembang anak remaja,” kata Pariadi pada kegiatan pertemuan Gerakan Masyarakat (Germas) dalam upaya promosi kesehatan jiwa dan napza bagi siswa siswi SMP dan SMA, di aula Dinas Kesehatan setempat, Jumat 27 September 2024.

Sehingga, kata Pariadi, menjadi sangat penting upaya mengenali faktor resiko masalah kejiwaan, pencegahan secara eksplisit, memperbaiki konsekuensi akibat kesulitan kerentanan kesehatan jiwa sejak dini yang diharapkan dapat mencegah morbiditas (istilah medis yang dapat didefinisikan dengan baik sebagai jumlah orang sakit atau meninggal dalam suatu populasi), dan mortalitas (jumlah kematian yang diamati selama periode tertentu, biasanya satu tahun) akibat gangguan jiwa.

Lebih lanjut Pariadi mengatakan, penyalahgunaan Napza (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya baik zat alami atau sintetis) di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin meningkat.

Faktor risiko yang dapat diidentifikasi pada remaja penyalahguna Napza diantaranya yaitu konflik keluarga yang berat, kesulitan akademik, gangguan tingkah laku dan depresi, penyalahgunaan Napza oleh orang tua dan teman, impulsivitas, merokok pada usia terlalu muda.

“Diharapkannya dengan adanya pertemuan ini orang-orang yang sedang mengalami masalah kesehatan mental akan lebih peduli pada dirinya sendiri, serta orang-orang disekitar yang mengalami masalah mental dapat tetap melakukan komunikasi dengan baik. Karena masalah ini diketahui tidak dapat diatasi karena dampak yang akan terjadi pada mereka,” imbuhnya.(FK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini