FAKTA5, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak banjir dengan mendirikan tenda untuk posko pengungsian yang disiapkan di Rumah Betang, Desa Malawaken, Kelurahan Jambu dan Lahei, Jumat 20 Januari 2024.
Kepala BPBD Barito Utara, Simamoraturahman menyampaikan saat ini Kabupaten Barito Utara juga menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari terhitung dari 19 Januari sampai dengan 1 Februari 2024.
Lebih lanjut hingga tadi malam Pusat Pengendalian Operasi Penanganan Bencana juga melakukan penanganan pohon tumbang dan evakuasi warga yang sakit serta melakukan patroli dengan perahu karet kelokasi banjir.
”Selama banjir ini BPBD juga melakukan penyisiran di semua lokasi yang terdampak banjir hal ini dilakukan untuk membantu warga yang meminta bantuan untuk dilakukan pengundian ditempat yang aman,” ungkapnya.
BPBD juga menambahkan 3 titik posko bencana yang terdapat di Kantor Bappeda Litbang, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Merak untuk personil posko kami dibantu oleh Karang Taruna serta organisasi ke masyarakat lainnya, ungkap Kepala BPBD Barito Utara ini.
Diketahui, berdasarkan data, terdapat 43 desa yang berada di tujuh kecamatan terendam banjir.
Untuk jumlah desa yang terdampak banjir yakni di Kecamatan Lahei Batang sebanyak 11 desa, di Kecamatan Lahei sebanyak 7 desa, di Kecamatan Teweh Tengah sebanyak 5 desa, di Kecamatan Teweh Baru sebanyak 4 desa.
Selanjutnya, di Kecamatan Teweh Selatan sebanyak 4 desa, Kecamatan montallat sebanyak 10 desa dan di Kecamatan Gunung Timang sebanyak 2 desa.
“Untuk ketinggian banjir bervariasi hingga mencapai 3-4 meter di sejumlah wilayah dataran rendah, terutama di sekitar bantaran sungai Barito,” ungkapnya.(FK)
