
FAKTA5, MUARA TEWEH – Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra mengatakan, Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah melakukan langkah-langkah strategis yang sudah dilaksanakan oleh Pemkab Barito Utara dalam rangka percepatan penurunan stunting adalah sesuai dengan yang tertuang dalam Perpres 72 tahun 2021.
Langkah-langkah tersebut yaitu dengan melakukan pendampingan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, pendampingan ibu pasca persalinan dan pendampingan anak usia 0-59 bulan.
Pemkab Barito Utara, kata dia lagi, melalui Disdalduk KB P3A akan memberikan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada keluarga berisiko stunting yang ada di wilayah Kabupaten Barito Utara.
“Untuk itu mari kita bersama-sama menjaga dan membangun wilayah Kabupaten Barito Utara agar terhindar dari adanya kasus stunting, sehingga sumber daya manusia di daerah kita menjadi sehat dan unggul menuju Indonesia Emas tahun 2045, sesuai yang diharapkan kita bersama,” ucap Wabup.
Wabup Sugianto juga mengharapkan agar semua tahapan rembuk stunting dapat berjalan sebagaimana mestinya, diperlukan sinergitas lintas sektor dan seluruh stakeholder terkait lainnya.
“Sehingga penurunan angka stunting di Kalimantan Tengah dari 27,4 persen tahun 2021 bisa menjadi 15,38 persen di tahun 2024. Pelaksanaannya tidak bisa dilakukan secara individu atau oleh instansi atau lembaga tertentu saja, namun perlu dilakukan secara konvergen dengan melibatkan berbagai pihak yang berkompeten serta memiliki pemahaman yang sama akan tugas dan fungsi yang melekat pada instansi, lembaga, profesi, atau organisasi masing-masing.
Pada kesempatan ini saya mengajak semua warga masyarakat Barito Utara, lembaga pemerintah maupun swasta untuk mengambil bagian dan aktif dalam mengatasi permasalahan stunting di Kabupaten Barito Utara.
“Saya berharap agar semua OPD, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kelurahan dan Pemdes RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemangku adat, tokoh pemuda, dan seluruh kader masyarakat, memperhatikan kondisi yang ada di lapangan berkaitan dengan ketahanan pangan dan gizi serta berkaitan dengan ketersediaan air bersih di berbagai wilayah di Barito Utara. Maksimalkan koordinasi diantara kita semua, sehingga permasalahan stunting dapat diatasi di Kabupaten Barito Utara,” pungkasnya.(FK)





