
FAKTA5, MUARA TEWEH – Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra menyampaikan, dalam konteks pelaksanaan reformasi birokrasi, upaya pembangunan budaya kerja berakhlak menjadi aspek utama penguatan manajemen perubahan.
“Penguatan peran agen perubahan (agent of change) dalam aktivasi budaya kerja ASN menjadi sorotan penting,” kata Sugianto Panala Putra menyampaikan sambutan bupati pada kegiatan Internalisasi ASN Berakhlak bagi Aparatur Sipil Negara, di gedung Balai Antang Muara Teweh, Jumat 1 September 2023.
Wabup juga menjelaskan bahwa komitmen yang kuat dari pimpinan dan setiap unsur organisasi dalam mendorong perubahan dari berbagai aspek pelaksanaan reformasi birokrasi dapat mentransformasi sistem kerja organisasi, pola pikir, dan culture set ASN menjadi lebih adaptif, inovatif, responsif, dan berintegritas selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan stakeholder yang semakin meningkat.
Penerapan budaya kerja berlandaskan berakhlak, yang merupakan singkatan dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, masih dirasa belum maksimal.
Menurut founder of act consulting Ary Ginanjar Agustian, hal tersebut dilatar belakangi oleh fokus yang masih tertuju pada struktur, strategi, dan sistem. Padahal menurutnya, saat ini fokus harus diarahkan pada membangun perilaku, nilai-nilai, dan keyakinan (budaya kerja).
“Core values berakhlak jangan hanya disosialisasikan tetapi diinternalisasikan. Sosialisasi itu hanya sampai level pengetahuan atau knowledge, sementara internalisasi menempatkan berakhlak sebagai nilai dan keyakinan di hati ASN.
Tidak hanya membangun roadmap, upaya memaksimalkan internalisasi berakhlak juga diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang bekerja sama dengan Act Consulting dengan menginisiasi tim penggerak budaya kerja ASN.(FK)