Beranda Kabar Daerah Pelatihan BTCLS Diikuti 40 Perawat dari 17 Puskesmas dan RSUD Muara Teweh

Pelatihan BTCLS Diikuti 40 Perawat dari 17 Puskesmas dan RSUD Muara Teweh

2
0
Ketua panitia pelaksana kegiatan, Ermidawaty menyampaikan laporan kegiatan pelatihan BTCLS di Aula RSUD Muara Teweh, Kamis 30 Juli 2026.(foto: FK)

FAKTA5, MUARA TEWEH – Sebanyak 40 perawat dari 17 puskesmas dan RSUD Muara Teweh mengikuti Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bagi Perawat di Lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan.

Ketua Panitia Pelaksana, Ermidawaty mengatakan pelaksanaan pelatihan mengacu pada sejumlah regulasi di bidang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), termasuk dukungan program Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara dalam peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

“Peserta pelatihan berasal dari 17 puskesmas di Kabupaten Barito Utara serta RSUD Muara Teweh dengan jumlah sebanyak 40 orang,” ujarnya saat menyampaikan laporan pada pembukaan Pelatihan BTCLS di Aula RSUD Muara Teweh, Kamis 30 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskular. Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai kompetensi mulai dari Bantuan Hidup Dasar (BHD), triase pasien, penanganan jalan napas dan pernapasan, penatalaksanaan trauma, gangguan sirkulasi, kegawatdaruratan kardiovaskular hingga proses evakuasi dan rujukan pasien.

Menurut Ermidawaty, pelaksanaan pelatihan menggunakan metode blended learning, yakni pembelajaran daring selama tiga hari pada 27–29 Juli 2026 melalui platform Kementerian Kesehatan, kemudian dilanjutkan pembelajaran tatap muka selama tiga hari pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Aula RSUD Muara Teweh.

Ia menambahkan, penyelenggaraan pelatihan bekerja sama dengan Primamed Nusa Persada yang telah terakreditasi “B” oleh Kementerian Kesehatan RI, didukung lima instruktur bersertifikat, seorang pengendali pelatihan, serta seorang petugas quality control.

“Melalui pelatihan ini kami berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi dalam pelayanan kegawatdaruratan sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, profesional, dan berkualitas kepada masyarakat,” tutup Ermidawaty.(FK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini