Beranda Kabar Daerah Bupati Barito Utara Tekankan Musrenbang RKPD sebagai Forum Perencanaan Pembangunan Partisipatif

Bupati Barito Utara Tekankan Musrenbang RKPD sebagai Forum Perencanaan Pembangunan Partisipatif

2
0
Musrenbang Kecamatan Montallat, Jumat 6 Februari 2026.(foto: FK)

FAKTA5, MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, H Shalahuddin menegaskan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan forum strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah secara partisipatif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Barito Utara di Kecamatan Montallat, Jumat 6 Februari 2026.

Bupati Barito Utara, H Shalahuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta Musrenbang sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Menurutnya, Musrenbang menjadi forum penting untuk memastikan aspirasi, kebutuhan, dan potensi lokal dari desa dan kelurahan dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Musrenbang adalah wujud nyata prinsip gotong royong dalam perencanaan pembangunan. Melalui forum ini, kita memastikan setiap aspirasi masyarakat dapat diselaraskan dengan visi terwujudnya Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan, serta mendukung visi besar nasional Asta Cita,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan, pada tahun 2027 merupakan tahun penting dalam pelaksanaan RPJMD Kabupaten Barito Utara 2025–2030. Musrenbang RKPD tahun ini mengusung tema “Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan dan Pelayanan Publik sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi Daerah”, yang diharapkan mampu menjadi arah strategis pembangunan yang lebih cepat, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah menetapkan 11 program unggulan dan 12 program prioritas infrastruktur sebagai landasan kerja pembangunan selama lima tahun ke depan.

Pada tahun 2027, pemerintah daerah akan mengakselerasi sejumlah program prioritas infrastruktur, di antaranya pembangunan tiga jembatan utama Sikan–Tumpung Laung, Lemo, dan Lahei, pembangunan dan pelebaran jalan strategis termasuk ruas Simpang KM 34–Simpang Benangin, jalan dalam Kota Muara Teweh, serta akses menuju Bandara H.M. Sidik.

Selain itu, juga dilakukan penataan kawasan perkotaan seperti Muara Teweh Baru, Waterfront City, dan eks Bandara Beringin, pembangunan sport center di ibu kota kecamatan, pembangunan akses jalan menuju jembatan, pembangunan SPAM IKK untuk pemenuhan air minum layak, rehabilitasi RSUD Muara Teweh, serta normalisasi Sungai Bengaris sebagai upaya pengendalian banjir dan penataan lingkungan.

Bupati juga mengarahkan agar seluruh program yang diusulkan berbasis data dan kebutuhan nyata di lapangan, memperkuat sinergi antar OPD, kecamatan, dan desa, meningkatkan pelibatan masyarakat serta dunia usaha dalam monitoring dan evaluasi, serta tetap menjaga prinsip pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

“Saya berharap Musrenbang ini menjadi momentum untuk menyusun rencana kerja yang realistis, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam pembangunan daerah. Namun demikian, dengan perencanaan yang matang, penetapan prioritas yang jelas, serta pengelolaan keuangan yang akuntabel, pembangunan daerah diyakini tetap dapat berjalan optimal demi kepentingan masyarakat.(FK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini