
FAKTA5, MUARA TEWEH – Dinas Pertanian Barito Utara melaksanakan panen tomat bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pusaka Bura di Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Baru, Kamis 13 Juni 2024 lalu.
Dalam kegiatan panen bersama hasil pertanian Gapoktan Pusaka Bura Kelurahan Jingah tersebut dihadiri Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian Barito Utara Ahmad Priadi, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Teweh Selatan dan Teweh Baru, Suria Fahrul dan jajarannya itu serta undangan lainnya.
Dalam panen tomat tersebut menghasilkan kurang lebih 200 kilogram tomat sekali panen, dari lahan pertanian seluas tiga hektar yang dikelola Gapoktan Pusaka Bura, Kelurahan Jingah.
Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Ir Sugeng, melalui Kepala Bidang Hortikultura, Ahmad Priadi mengucapkan selamat kepada Gapoktan Pusaka Bura Kelurahan Jingah atas dedikasinya untuk menanam hortikultura untuk varietas tomat dan tanaman hortikultura yang lain.
“Kami berharap, ini menjadi motivasi bagi petani-petani yang lain yang ada di daerah ini, untuk memanfaatkan lahan-lahan pekarangan, perkebunan dan lahan-lahan yang tidak terpakai (atau lahan kosong), agar dapat menjadi nilai tambah bagi petani,” kata Akhmad Priadi, Sabtu 15 Juni 2024 di Muara Teweh.
Hal senada juga disampaikan Ketua Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Teweh Selatan, Suria Fahrul yang juga membawahi dua kecamatan, yaitu Teweh Selatan dan Teweh Baru menjelaskan bahwa kegiatan panen ini, selain memberikan nilai tambah, juga menjadi motivasi agar masyarakat petani bisa melakukan bahwa bertani itu tidak terlalu susah, tetapi bisa memberikan hasil yang lumayan.
“Kedepannya dengan program bidang hortikultura Kabupaten Barito Utara, akan menjadi penghasil komoditas unggulan, terutama untuk sebagai pemasok kebutuhan Barito Utara dan untuk penyangga pada khususnya,” kata Suria Fahru.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Pusaka Bura, Janu Susanto juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, hortikultura dan BPP dan jajarannya untuk bersama melakukan panen tomat.
Dikatakan Janu Susanto, saat ini petani tidak menjadi suatu pekerjaan yang rendah, tapi pekerjaan petani menghasilkan dan untuk semua pekerjaannya digunakan anak-anak muda, yang niatnya ada untuk bertani.
Janu juga berharap, kedepannya semua anak-anak muda, yang tidak melanjutkan sekolah, jangan cuma memilih pekerjaan lain tapi di bidang hortikultura sangat menjanjikan sekali, bertani hortikultura sangat menjanjikan,” ucapnya.
Dari hasil panen tomat ini dijual ke pasar Pendopo, Pasar Ipu dan Pasar Bebas Banjir (PBB) dengan harga di lokasi Rp 20.000/kilogram. Selain tomat, ada juga komoditi pertanian lainnya yaitu jeruk dan buah naga, sehingga semua lahan dapat dimanfaatkan.
Saat ini kelompok tani Pusaka Bura Kelurahan Jingah, mengalami beberapa kendala seperti, keterbatasan air, akses jalan membawa hasil pertanian, alat mesin pertanian (Alsintan – Hand Traktor) dan mahalnya pupuk bersubsidi.(FK)





